TUGAS
1 SOFTSKILL
ARUM FAJAR
ING TYAS
2PA15
NPM :1151469
1. Contoh
pelayanan E-service
E-service
merupakan sebuah pelayanan yang diberikan oleh suatu perusahaan atau bidang
usaha kepada para konsumennya melalui internet atau pelayanan elektronik
lainnya. Salah satu contoh pelayanan e-service adalah i-bangkng BRI atau
internet banging BRI. Internet bangking dibuat untuk mempermudah akses atau
transaksi para nasabah melalui jalur atau via online. Dikarenakan pada dewasa
ini dengan majunya teknologi, masyarakat pada khususnya nasabah yang sibuk
dengan pekerjaan dan rutinitasnya lebih memeilih bertransaksi melalui
i-bangking dibandingkan dating langsung ke kantor cabang bank yang
bersangkutan. I-bangking juga lebih efisien dari seg waktu, karena mudah dan
cepat diakses oleh siapapun dan dimanapun.
Adapun
bentuk pelayanan dari i-bangking BRI adalah sebagai berikut :
·
Informasi Rekening
o Informasi Saldo
o Mutasi Rekening
·
Transfer Dana
o Transfer
§ Transfer Antar Rek BRI
§ Transfer ke Bank lain.
o Transaksi Terjadwal
§ Tambah Transfer
§ Lihat Status
o Daftar Transfer
·
Pembayaran dan Pembelian
o Pembayaran Tagihan
§ KK Bank BRI
§ KK Bank Lain : Citibank, RBS, ANZ, SCB, HSBC
§ Telepon/Selular : Telkom, Kartu Halo, Flexi, Matrix
§ Listrik
§ KTA Bank Lain : Citibank, RBS, SCB, HSBC
§ Internet : Speedy, Flash
§ Pembayaran Multifinance :FIF, BAF, Financia, OTO, Verena, WOM
o Pembayaran terpadu (pembayaran untuk beberapa transaksi sekaligus dalam
satu kali eksekusi)
o Pembelian
§ Isi Ulang Pulsa: IM3, Mentari, Simpati, Kartu As, XL, SMART, AXIS, 3
§ Deposit e-Money
o Transaksi terjadwal
§ Tambah Pembayaran Tagihan
§ Lihat Status
§ Daftar Pembayaran
·
Daftar Pembayaran Pelayanan Nasabah
o Pesan
§ Pesan Masuk
§ Pesan yang telah terkirim
§ Buat Pesan Baru
o Administrasi
§ Ubah Password
§ Ubah Alamat email
§ Catatan aktivitas
o Daftar rekening tujuan
§ Transfer dana
§ Pembayaran tagihan
·
mTOKEN : Permintaan mTOKE
selain itu
ada kelebihan dan keuntungan dari i-bangking tersebut antara lain adalah :
1. MUDAH
Cukup melakukan registrasi Internet Banking BRI di ATM BRI dan registrasi mTOKEN di Customer Service Kanca/KCP BRI maka anda dapat langsung bertansaksi dengan mengakses alamat https://ib.bri.co.id
Cukup melakukan registrasi Internet Banking BRI di ATM BRI dan registrasi mTOKEN di Customer Service Kanca/KCP BRI maka anda dapat langsung bertansaksi dengan mengakses alamat https://ib.bri.co.id
- USER FRIENDLY
Desain mudah dimengerti dan digunakan, sehingga anda tidak perlu membaca buku manual untuk menggunakan menu-menu dasar yang ada. - DAPAT DILAKUKAN SETIAP SAAT
Penggunaan internet banking dimaksudkan untuk memudahkan anda melakukan transaksi perbankan pada berbagai situasi dan keadaan. - KEAMANAN YANG
BERLAPIS
o Menggunakan teknologi kriptografi seperti penggunaan enkripsi dengan
menggunakan SSL (Secure
Socket Layer) yang akan mengacak dan menyandikan data transaksi.
o Dilengkapi dengan mTOKEN sebagai kode pengaman tambahan yang diberikan
kepada pengguna Internet Banking untuk dapat melakukan transaksi financial. mTOKEN
dikirim melalui SMS setelah pengguna melakukan permintaan mTOKEN.
- TIDAK MEMERLUKAN PERANGKAT TAMBAHAN
Karena mTOKEN akan dikirimkan via sms ke nomor handphone anda maka tidak diperlukan perangkat tambahan yang harus anda bawa.
o mTOKEN
Token yang digunakan berupa mobile Token (mTOKEN) dimana kode pengaman tambahan akan dikirim melalui SMS setelah pengguna melakukan permintaan mTOKEN. Menu permintaan mTOKEN terdapat pada website IB BRI yang diakses melalui https://ib.bri.co.id
Token yang digunakan berupa mobile Token (mTOKEN) dimana kode pengaman tambahan akan dikirim melalui SMS setelah pengguna melakukan permintaan mTOKEN. Menu permintaan mTOKEN terdapat pada website IB BRI yang diakses melalui https://ib.bri.co.id
§ 1 (satu) mTOKEN hanya bisa digunakan untuk 1 kali transaksi finansial.
mTOKEN hanya dikirimkan ke Nomor HP anda yang telah diregistrasikan melalui
Unit Kerja BRI setelah ada permintaan dari anda melalui layar Internet Banking.
§ Setiap kali request mTOKEN, anda akan mendapatkan 5 (lima) nomor
kombinasi yang dikirim melalui SMS dari nomor khusus.
§ Ke-5 mTOKEN tersebut dapat digunakan untuk melakukan 5 kali transaksi
dalam 12 Jam. Lewat dari waktu 12 Jam, ke 5 (lima) atau sebagian sisa mobile
token yang telah digunakan tersebut akan expired.
Selain memiliki beberapa keunggulan i-bangking juga memiliki
beberapa kelemahan :
-
Karena diakses secara online, maka membutuhkan pasitas jaingan
yang baik dan lancar.
-
Jika kurangnya perhatian dan keamanan dari user , maka akun
i-bangking akan mudah dibobol oleh orang lain.
https://ib.bri.co.id/ib-bri/
1. Analisis dan
contoh kasus yang berhubungan dengan IT
Salah satu
contoh kasus yang marak terjadi saat ini yang berhubungan dengan IT adalah
bullying di media sosial . Padahal pada
saat ini telah ada undang-undang yang mengatur tentang penyalahgunaan IT. Bunyi
dari pasal tersebut adalah sebgai berikut “Pasal
27 ayat (3) UU ITE yang menyatakan: Setiap Orang
dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang
memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”
Namun sangat disayangkan masih banyak masyarakat yang
masih mealukan hal tersebut, seperti pelecehan, penghinaan dan meyebarkan beri
bohong atau fitanah.
Bullying dimedia sosial baik secara tulisan, gamabar
ataupun berupa hal yang lain banyak member akibat buruk bagi korban bullying
tersebut. Salah satu contohnya yang terjadi di Indonesia adalah kasus Yoga Cahyadi, seorang promotor musik Effort
Creative Yogyakarta yang bunuh diri dengan cara menabrakkan diri ke kereta api
Sri Tanjung Yogyakarta. Ketua event organizer acara ini melakukan tindakan
nekat tersebut karena tekanan dan hujatan akibat gagalnya acara musik Lockstock
Fest2 yang diselenggarakan di stadion Maguwoharjo 25-26 Mei 2013.
Pada
awalnya akan ada 120 band yang akan tampil dalam acara ini. Namun, rupanya
hanya ada sekitar 60 band. Beberapa band yang tidak hadir mengutarakan alasan
mereka batal tampil lewat social media. Hal ini umumnya terkait karena masalah
pembayaran yang belum jelas. Dari 10 band nasional, hanya ada 1 band yang
bersedia naik ke panggung. Tidak hanya itu, tiket yang diharapkan bisa terjual
5000 buah per harinya, ternyata hanya terjual 1000 tiket. Dengan begitu, Yoga
dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas gagalnya acara ini.
Sebelum kematiannya, Yoga sempat menuliskan “Trimakasih atas sgala caci maki @locstockfest2..ini
gerakan..gerakan menuju Tuhan…salam”, di twitternya.
Dari contoh
diatas bisa dilihat bahwa pembullyan yang terjadi secara terus menerus membawa
dampak yang sangat sangat tidak baik bagi kondisi korban , bahkan hingga
menyebabkan korban bunuh diri. Kasus diatas hanya satu dari berbagai macam
kasus bullying. Sebagai pengguna media sosial seharusya kita lebih bisa bijak
lagi dalam menggunakan media sosial dimana kita harus bisa menghargai baik
pendapat, tulisan, karya ataupun hal lainnya yang sedang atau dilakukan oleh
orang lain lewat media sosial. Melihat besarnya dampak yang diberikan ,
pemerintah seharusnya juga harus turut serta mencegah terjadinya bullying
dimedia sosial, seperti dengan memberikan hukuman yang berat kepada pelaku
bullying. Tidak hanya dari pemeritah sebagai manusia sosial kita sebagai
pengguna media sosial juga harus bisa memanusiakan manusia lainnya, meskipun
itu hanya dimedia sosial.
Sumber :
1. Angel,
Jessica. “fenomena bully di social media”.
http://informasitips.com/fenomena-bully-di-social-media.
05 oktober 2015. 10.15 WIB.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar