Kamis, 08 Oktober 2015

TUGAS 1 SOFTSKILL
ARUM FAJAR ING TYAS
2PA15
NPM :1151469

1.      Contoh pelayanan E-service

E-service merupakan sebuah pelayanan yang diberikan oleh suatu perusahaan atau bidang usaha kepada para konsumennya melalui internet atau pelayanan elektronik lainnya. Salah satu contoh pelayanan e-service adalah i-bangkng BRI atau internet banging BRI. Internet bangking dibuat untuk mempermudah akses atau transaksi para nasabah melalui jalur atau via online. Dikarenakan pada dewasa ini dengan majunya teknologi, masyarakat pada khususnya nasabah yang sibuk dengan pekerjaan dan rutinitasnya lebih memeilih bertransaksi melalui i-bangking dibandingkan dating langsung ke kantor cabang bank yang bersangkutan. I-bangking juga lebih efisien dari seg waktu, karena mudah dan cepat diakses oleh siapapun dan dimanapun.






Adapun bentuk pelayanan dari i-bangking BRI adalah sebagai berikut :



·         Informasi Rekening
o    Informasi Saldo
o    Mutasi Rekening
·         Transfer Dana
o    Transfer
§  Transfer Antar Rek BRI
§  Transfer ke Bank lain.
o    Transaksi Terjadwal
§  Tambah Transfer
§  Lihat Status
o    Daftar Transfer
·         Pembayaran dan Pembelian
o    Pembayaran Tagihan
§  KK Bank BRI
§  KK Bank Lain : Citibank, RBS, ANZ, SCB, HSBC
§  Telepon/Selular : Telkom, Kartu Halo, Flexi, Matrix
§  Listrik
§  KTA Bank Lain : Citibank, RBS, SCB, HSBC
§  Internet : Speedy, Flash
§  Pembayaran Multifinance :FIF, BAF, Financia, OTO, Verena, WOM
o    Pembayaran terpadu (pembayaran untuk beberapa transaksi sekaligus dalam satu kali eksekusi)
o    Pembelian
§  Isi Ulang Pulsa: IM3, Mentari, Simpati, Kartu As, XL, SMART, AXIS, 3
§  Deposit e-Money
o    Transaksi terjadwal
§  Tambah Pembayaran Tagihan
§  Lihat Status
§  Daftar Pembayaran
·         Daftar Pembayaran Pelayanan Nasabah
o    Pesan
§  Pesan Masuk
§  Pesan yang telah terkirim
§  Buat Pesan Baru
o    Administrasi
§  Ubah Password
§  Ubah Alamat email
§  Catatan aktivitas
o    Daftar rekening tujuan
§  Transfer dana
§  Pembayaran tagihan
·         mTOKEN : Permintaan mTOKE


selain itu ada kelebihan dan keuntungan dari i-bangking tersebut antara lain adalah :
1.     MUDAH
Cukup melakukan registrasi Internet Banking BRI di ATM BRI dan registrasi mTOKEN di Customer Service Kanca/KCP BRI maka anda dapat langsung bertansaksi dengan mengakses alamat https://ib.bri.co.id
  1. USER   FRIENDLY
    Desain mudah dimengerti dan digunakan, sehingga anda tidak perlu membaca buku manual untuk menggunakan menu-menu dasar yang ada.
  2. DAPAT           DILAKUKAN SETIAP           SAAT
    Penggunaan internet banking dimaksudkan untuk memudahkan anda melakukan transaksi perbankan pada berbagai situasi dan keadaan.
  3. KEAMANAN YANG BERLAPIS
o    Menggunakan teknologi kriptografi seperti penggunaan enkripsi dengan menggunakan SSL (Secure Socket Layer) yang akan mengacak dan menyandikan data transaksi.
o    Dilengkapi dengan mTOKEN sebagai kode pengaman tambahan yang diberikan kepada pengguna Internet Banking untuk dapat melakukan transaksi financial. mTOKEN dikirim melalui SMS setelah pengguna melakukan permintaan mTOKEN.
  1. TIDAK            MEMERLUKAN         PERANGKAT             TAMBAHAN
    Karena mTOKEN akan dikirimkan via sms ke nomor handphone anda maka tidak diperlukan perangkat tambahan yang harus anda bawa.
o    mTOKEN
Token yang digunakan berupa mobile Token (mTOKEN) dimana kode pengaman tambahan akan dikirim melalui SMS setelah pengguna melakukan permintaan mTOKEN. Menu permintaan mTOKEN terdapat pada website IB BRI yang diakses melalui https://ib.bri.co.id
§  1 (satu) mTOKEN hanya bisa digunakan untuk 1 kali transaksi finansial. mTOKEN hanya dikirimkan ke Nomor HP anda yang telah diregistrasikan melalui Unit Kerja BRI setelah ada permintaan dari anda melalui layar Internet Banking.
§  Setiap kali request mTOKEN, anda akan mendapatkan 5 (lima) nomor kombinasi yang dikirim melalui SMS dari nomor khusus.
§  Ke-5 mTOKEN tersebut dapat digunakan untuk melakukan 5 kali transaksi dalam 12 Jam. Lewat dari waktu 12 Jam, ke 5 (lima) atau sebagian sisa mobile token yang telah digunakan tersebut akan expired.
Selain memiliki beberapa keunggulan i-bangking juga memiliki beberapa kelemahan :

-          Karena diakses secara online, maka membutuhkan pasitas jaingan yang baik dan lancar.
-          Jika kurangnya perhatian dan keamanan dari user , maka akun i-bangking akan mudah dibobol oleh orang lain.
https://ib.bri.co.id/ib-bri/
1.      Analisis dan contoh kasus yang berhubungan dengan IT

Salah satu contoh kasus yang marak terjadi saat ini yang berhubungan dengan IT adalah bullying di media sosial .  Padahal pada saat ini telah ada undang-undang yang mengatur tentang penyalahgunaan IT. Bunyi dari pasal tersebut adalah sebgai berikut “Pasal 27 ayat (3) UU ITE yang menyatakan: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”
Namun sangat disayangkan masih banyak masyarakat yang masih mealukan hal tersebut, seperti pelecehan, penghinaan dan meyebarkan beri bohong atau fitanah.
Bullying dimedia sosial baik secara tulisan, gamabar ataupun berupa hal yang lain banyak member akibat buruk bagi korban bullying tersebut.  Salah satu contohnya yang terjadi di Indonesia adalah kasus Yoga Cahyadi, seorang promotor musik Effort Creative Yogyakarta yang bunuh diri dengan cara menabrakkan diri ke kereta api Sri Tanjung Yogyakarta. Ketua event organizer acara ini melakukan tindakan nekat tersebut karena tekanan dan hujatan akibat gagalnya acara musik Lockstock Fest2 yang diselenggarakan di stadion Maguwoharjo 25-26 Mei 2013.
Pada awalnya akan ada 120 band yang akan tampil dalam acara ini. Namun, rupanya hanya ada sekitar 60 band. Beberapa band yang tidak hadir mengutarakan alasan mereka batal tampil lewat social media. Hal ini umumnya terkait karena masalah pembayaran yang belum jelas. Dari 10 band nasional, hanya ada 1 band yang bersedia naik ke panggung. Tidak hanya itu, tiket yang diharapkan bisa terjual 5000 buah per harinya, ternyata hanya terjual 1000 tiket. Dengan begitu, Yoga dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas gagalnya acara ini. Sebelum kematiannya, Yoga sempat menuliskan “Trimakasih atas sgala caci maki @locstockfest2..ini gerakan..gerakan menuju Tuhan…salam”, di twitternya.
Dari contoh diatas bisa dilihat bahwa pembullyan yang terjadi secara terus menerus membawa dampak yang sangat sangat tidak baik bagi kondisi korban , bahkan hingga menyebabkan korban bunuh diri. Kasus diatas hanya satu dari berbagai macam kasus bullying. Sebagai pengguna media sosial seharusya kita lebih bisa bijak lagi dalam menggunakan media sosial dimana kita harus bisa menghargai baik pendapat, tulisan, karya ataupun hal lainnya yang sedang atau dilakukan oleh orang lain lewat media sosial. Melihat besarnya dampak yang diberikan , pemerintah seharusnya juga harus turut serta mencegah terjadinya bullying dimedia sosial, seperti dengan memberikan hukuman yang berat kepada pelaku bullying. Tidak hanya dari pemeritah sebagai manusia sosial kita sebagai pengguna media sosial juga harus bisa memanusiakan manusia lainnya, meskipun itu hanya dimedia sosial.


Sumber :
1.      Angel, Jessica. “fenomena bully di social media”. http://informasitips.com/fenomena-bully-di-social-media. 05 oktober 2015. 10.15 WIB.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar