Manusia dan Kebudayaan
Oleh :
Arum fajar ing tyas
1PA15
Npm :11514965
Fakultas psikologi gunadarma
2014
Manusia
dan Kebudayaan
2.1
manusia
Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa
membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia yang lain.
Adapun unsur yang
membangun manusia adalah :
1.
Jasad : jasad yaitu badan kasar yang
nampak dari luarnya, dapat dirabadan menempati ruang dan waktu.
2.
Hayat : hayat yaitu mengandung unsur
hidup, yang ditandai dengan gerak
3.
Ruh : ruh yaitu bimbingan dan pimpinan
tuhan , daya yang bersifat koseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan
4.
Nafs : nafs merupakan kesadaran tentang
diri sendiri
2.2
hakekat manusia
a.
makhluk ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan
yang utuh.
Tubuh adalah materi
yang dapat dilihat,diraba dan dirasa. Sedangkan jiwa ada didalam tubuh, tidak
dapat dilihat, tidak dapat diraba dan bersifat abstrak. Jika manusia itu
meninggal jiwa akan terlepas dari tubuhnya dan akan kembali kepada tuhan. Jiwa
juga berfungsi sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b.
makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, jika dibanding dengan makhluk
lainnya.
Kesempurnaan yang
dimiliki manusia terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi
oleh akal, perasaan dan kehendak Yang terdapat dalam jiwa manusia.
c.
makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi
sebagai makhluk hayati,
manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi. Sebagai makhluk budayawi
manusia dapat dipelajari dari segi-segi :
1.
Kemasyarakatan
2.
Kekerabatan
3.
Psikologis sosial
4.
Kesenian
5.
Ekonomi
6.
Perkakas
7.
Bahasa dan sebagainya
d. makhluk ciptaan
tuhan yang tyerkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan
martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Manusia dalam konteks
kehidupan kongkrit adalah makhluk alamiah yang terikat dengan
lingkungannya(ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum
alamiah juga.
2.3
kepribadian bangsa timur
Kepribadian bangsa
timur dapat diartikan suatu sikap yang dkimiliki oleh sutu negara yang
mentetukan penyesuain dirinya terhadap lingkungannya. Bangsa timur identik
dengan benua asia yang sebagian besar pedunduknya berambut hitam, berkulit sawo
matang dan ada pula yangberkulit putih bermata sipit. Sebagian cara berpakaian
mereka sopan dan tertutup. Pada umumnya kepribadian bangsa timur adalah sangat
terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan
norma,serta adat istiadat yang berlaku.
2.4
pengertian kebudayaan
Menurut salah satu
antropolog E.B.Tylor (1871) mendefinisikan kebudayaan sebagai kompleks yang
mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian,moral,hukum,adat istiadat dan
kemampuan-kemampuan yang didapatkan manusia sebagai anggota masyarakat.
Menurut A.L. krober dan
C.khlukon mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.
Menurut selo sumarjan
dan soelaerman soemardi merumuskan bahwa kebudayaan sebagai semua hasil karya,
rasa dan cipta masyarakat.
Secara praktis kebudayaan merupakan sistem
nilai dan gagasan utama.
2.5
unsur-unsur manusia
Kebudayaan setiap
bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar maupun kecil yang
merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai suatu kesatuan.
Unsur besar seperti contohnya seperti umpanya majelis permusyawaratan rakyat
bila contoh kecilnya seperti sisir,kancing, dan lain sebagainya. Menurut
C.kluckrohn di dalam karya berjudul universal categoris of culture mengemukan
bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal yaitu :
1.
Sistem religi
Merupakan
produk dari manusia sebagai makhluk homoreligius. Manusia yang memiliki
kecerdasaan pikiran dan perasaan yang luhur, tanggap bahwa diatas kekuatannya
terdapat kekuatan lain yang maha besar.
2.
Sistem organisasi masyarakat
Manusia
sadar bahwa tubuhnya lemah namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi
kemasyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan
hidupnya
3.
Sistem pengetahuan
Pengetahuan
dapat diperoleh dari diri sendiri ataupun dari orang lain. Kemampuan orang
untuk mengingat-ingat apa yang diperolehnya dan menyampaikannya melalui orang
lain.
4.
Sistem mata pencaharian dan
sistem-sistem ekonomi
Merupakan
produk manusia sebagai homo ecomonicus menjadikan tingkat kehidupan manusia
secara umum terus meningkat.
5.
Sistem teknologi dan peralatan
Bersumber
dari kecerdasannya dan dibantu dengan
tenaganya yang dapat memegang sesuatu dengan erat, manusia mampu membuat dan
mempergunakan alat.
6.
Bahasa
Bahasa
manusia pada mulanya diwujudkandalam bentuk tanda (kode) yang kemudian
disempurnakan dalam bentuk lisan dan akhirnya menjadi bentuk tulisan.
7.
Kesenian
Setelah
manusia dapat memenuhi kebutuhan fisiknya., maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya
untuk dipenuhinya. Mereka atau manusia juga perlu pandangan mata yang indah, suara yang merdu, yang
semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian.
2.6
wujud kebudayaan
Menurut dimensi
waktunya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :
1.
Kompleks gagasan,konsep dan pikiran
manusia
Wujud
ini biasa disebut sistem budaya, bersifat abstrak, tidak dapat dilihat dan
perpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya.
2.
Kompleks aktivitas
Berupa
aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret dapat dinikmati
atau diobservasi.
3.
Wujud sebagai benda
Aktivitas
manusia tidak terlepas dari penggunaan peralatan. Sebagai hasil karya manusia
untuk mencapai tujuannya.aktivitas karya manusia tersebut menghasilkan benda
untuk berbagai keperluan hidupnya.
2.7
orientasi nilai budaya
Kebudayaan
sebagai karya mnusia yang memiliki sistem nilai.
Menurut C.Kluckhon dalam karyanya Variation in Value Orientation(1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, universal memiliki 5masalah pokok kehidupan manusia yaitu:
1.Hakekat Hidup manusia
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstem : ada yang berusaha memadamkan hidup, adapula dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik.
2.Hakekat karya Manusia
Setiap budaya hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa kerya bertujuan untuk hidup, karya memeberikan kehormatan dan tahta, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3.hakekat Waktu manusia
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada yang berorientasi pada masa kini, ada pula yang masa depan.
4.Hakekat alam manusia
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengxploitasi alam dan memanfaatkan alam sebaik mungkin. Ada juga yang menganggap manusia harus selaras dengan alam dan menyerah pada alam.
5.Hakekat hubungan Manusia
Dalam hal inia ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, adapula yang berpandangan individualis.
Menurut C.Kluckhon dalam karyanya Variation in Value Orientation(1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, universal memiliki 5masalah pokok kehidupan manusia yaitu:
1.Hakekat Hidup manusia
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstem : ada yang berusaha memadamkan hidup, adapula dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik.
2.Hakekat karya Manusia
Setiap budaya hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa kerya bertujuan untuk hidup, karya memeberikan kehormatan dan tahta, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3.hakekat Waktu manusia
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada yang berorientasi pada masa kini, ada pula yang masa depan.
4.Hakekat alam manusia
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengxploitasi alam dan memanfaatkan alam sebaik mungkin. Ada juga yang menganggap manusia harus selaras dengan alam dan menyerah pada alam.
5.Hakekat hubungan Manusia
Dalam hal inia ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, adapula yang berpandangan individualis.
2.8
perubahan kebudayaan
- faktor yang
mempengaruhi perubahan kebudayaan :
1.faktor
yang berasal dari masyarakat dan lingkungannya sendiri,misalnya perubahan
jumlah dan komposisi
2.faktor
kedua yang mempengaruhi perubahan kebudayaan adalah perubahan lingkungan alam
dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada
dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung
untuk berubah secara lebih cepat.
3.adanya difusi
kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
Didalam masyarakat juga
banyak ditemui masyarakat yang mau menerima kebudayaan baru namun ada juga
sebagian masyarakat yang menolak kebudayaan baru tersebut. Adapun fakto yang
mempengaruhinya adalah :
1.
Terbiasanya masyarakat tersebut
mempunyai hubungan/kontak kebudayaan dengan orang-orang yang berasal dari luar
masyarakat tersebut, yang mempunyai kebudayaan yang berbeda.
2.
Kalau pandangan hidup dan nilai-nilai
yang dominan dalam kebudayaan tersebut ditentukan oleh nilai-nilai yang
bersumber pada ajaran agama; dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan
pranata yang ada dalam masyarakat tersebut; maka penerimaan unsur-unsur
kebudayaan yang baru atau asing selalu mengalami kelambatan karena harus di sensor
dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan pada ajaran agama yang berlaku.
3.
Corak struktur sosial suatu masyarakat
turut menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru.
4.
Suatu unsur kebudayaan baru dengan lebih
mudah diterima oleh suatu masyarakat kalau sebelumnya sudah ada unsur-unsur
kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru
tersebut.
5.
Sebuah unsur baru yang mempunyai skala
kegiatan yang terbatas dan dapat dengan mudah dibuktikan kebenarannya oleh
warga masyarakat yang bersangkutan, dibandingkan dengan sesuatu unsur
kebudayaan yang mempunyai skala luas dan yang sukar secara konkrit dibuktikan
kegunaannya.
2.9
kaitan manusia dan kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dan
kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan. Dan kebudayaan merupakan
obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana itu hubungan
keduanya? Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal,
maksudnya adalah bahwa walaupun keduanya berbeda tapi keduanya merupakan satu
kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan. Dan setelah kebudayaan itu tercipta
maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa
keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan.
Contoh :
1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor
kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan
Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di
Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban
dan rural ways of life )
Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan
seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan
berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak
desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai ( sense
of value)
3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita
kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara
berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu
senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama,
menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
4. Kebudayaan khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun
melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.
5. Kebudayaan berdasarkan profesi
Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan
kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana
kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai
kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga
sudah biasa berpindah tempat tinggal.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar