Jumat, 24 Oktober 2014


Manusia dan Kebudayaan




Oleh :
Arum fajar ing tyas
1PA15
Npm :11514965




Fakultas psikologi gunadarma
2014

Manusia dan Kebudayaan

 2.1 manusia
 Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia yang lain.
Adapun unsur yang membangun manusia adalah :
1.      Jasad : jasad yaitu badan kasar yang nampak dari luarnya, dapat dirabadan menempati ruang dan waktu.
2.      Hayat : hayat yaitu mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak
3.      Ruh : ruh yaitu bimbingan dan pimpinan tuhan , daya yang bersifat koseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan
4.      Nafs : nafs merupakan kesadaran tentang diri sendiri

2.2 hakekat manusia
a. makhluk ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat,diraba dan dirasa. Sedangkan jiwa ada didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba dan bersifat abstrak. Jika manusia itu meninggal jiwa akan terlepas dari tubuhnya dan akan kembali kepada tuhan. Jiwa juga berfungsi sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b. makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, jika dibanding dengan makhluk lainnya.
Kesempurnaan yang dimiliki manusia terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh akal, perasaan dan kehendak Yang terdapat dalam jiwa manusia.
c. makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi
sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi. Sebagai makhluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi :

1.      Kemasyarakatan
2.      Kekerabatan
3.      Psikologis sosial
4.      Kesenian
5.      Ekonomi
6.      Perkakas
7.      Bahasa dan sebagainya


d. makhluk ciptaan tuhan yang tyerkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Manusia dalam konteks kehidupan kongkrit adalah makhluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya(ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah juga.

2.3 kepribadian bangsa timur
Kepribadian bangsa timur dapat diartikan suatu sikap yang dkimiliki oleh sutu negara yang mentetukan penyesuain dirinya terhadap lingkungannya. Bangsa timur identik dengan benua asia yang sebagian besar pedunduknya berambut hitam, berkulit sawo matang dan ada pula yangberkulit putih bermata sipit. Sebagian cara berpakaian mereka sopan dan tertutup. Pada umumnya kepribadian bangsa timur adalah sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma,serta adat istiadat yang berlaku.

2.4 pengertian kebudayaan
Menurut salah satu antropolog E.B.Tylor (1871) mendefinisikan kebudayaan sebagai kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian,moral,hukum,adat istiadat dan kemampuan-kemampuan yang didapatkan manusia sebagai anggota masyarakat.
Menurut A.L. krober dan C.khlukon mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.
Menurut selo sumarjan dan soelaerman soemardi merumuskan bahwa kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
 Secara praktis kebudayaan merupakan sistem nilai dan gagasan utama.


2.5 unsur-unsur manusia
Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar maupun kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai suatu kesatuan. Unsur besar seperti contohnya seperti umpanya majelis permusyawaratan rakyat bila contoh kecilnya seperti sisir,kancing, dan lain sebagainya. Menurut C.kluckrohn di dalam karya berjudul universal categoris of culture mengemukan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal yaitu :
1.      Sistem religi
Merupakan produk dari manusia sebagai makhluk homoreligius. Manusia yang memiliki kecerdasaan pikiran dan perasaan yang luhur, tanggap bahwa diatas kekuatannya terdapat kekuatan lain yang maha besar.
2.      Sistem organisasi masyarakat
Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya
3.      Sistem pengetahuan
Pengetahuan dapat diperoleh dari diri sendiri ataupun dari orang lain. Kemampuan orang untuk mengingat-ingat apa yang diperolehnya dan menyampaikannya melalui orang lain.
4.      Sistem mata pencaharian dan sistem-sistem ekonomi
Merupakan produk manusia sebagai homo ecomonicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
5.      Sistem teknologi dan peralatan
Bersumber dari kecerdasannya  dan dibantu dengan tenaganya yang dapat memegang sesuatu dengan erat, manusia mampu membuat dan mempergunakan alat.
6.      Bahasa
Bahasa manusia pada mulanya diwujudkandalam bentuk tanda (kode) yang kemudian disempurnakan dalam bentuk lisan dan akhirnya menjadi bentuk tulisan.
7.      Kesenian
Setelah manusia dapat memenuhi kebutuhan fisiknya., maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipenuhinya. Mereka atau manusia juga perlu pandangan  mata yang indah, suara yang merdu, yang semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian.

2.6 wujud kebudayaan
Menurut dimensi waktunya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :
1.      Kompleks gagasan,konsep dan pikiran manusia
Wujud ini biasa disebut sistem budaya, bersifat abstrak, tidak dapat dilihat dan perpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya.
2.      Kompleks aktivitas
Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret dapat dinikmati atau diobservasi.
3.      Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia tidak terlepas dari penggunaan peralatan. Sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.aktivitas karya manusia tersebut menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya.


2.7 orientasi nilai budaya
Kebudayaan sebagai karya mnusia yang memiliki sistem nilai.
Menurut C.Kluckhon dalam karyanya Variation in Value Orientation(1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, universal memiliki 5masalah pokok kehidupan manusia yaitu:
1.Hakekat Hidup manusia
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstem : ada yang berusaha memadamkan hidup, adapula dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik.
2.Hakekat karya Manusia
Setiap budaya hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa kerya bertujuan untuk hidup, karya memeberikan kehormatan dan tahta, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3.hakekat Waktu manusia
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada yang berorientasi pada masa kini, ada pula yang masa depan.
4.Hakekat alam manusia
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengxploitasi alam dan memanfaatkan alam sebaik mungkin. Ada juga yang menganggap manusia harus selaras dengan alam dan menyerah pada alam.
5.Hakekat hubungan Manusia
Dalam hal inia ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, adapula yang berpandangan individualis.


2.8 perubahan kebudayaan
- faktor yang mempengaruhi perubahan kebudayaan :
1.faktor yang berasal dari masyarakat dan lingkungannya  sendiri,misalnya perubahan jumlah dan komposisi
2.faktor kedua yang mempengaruhi perubahan kebudayaan adalah perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah secara lebih cepat.
3.adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
Didalam masyarakat juga banyak ditemui masyarakat yang mau menerima kebudayaan baru namun ada juga sebagian masyarakat yang menolak kebudayaan baru tersebut. Adapun fakto yang mempengaruhinya adalah :
1.      Terbiasanya masyarakat tersebut mempunyai hubungan/kontak kebudayaan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut, yang mempunyai kebudayaan yang berbeda.
2.      Kalau pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam kebudayaan tersebut ditentukan oleh nilai-nilai yang bersumber pada ajaran agama; dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada dalam masyarakat tersebut; maka penerimaan unsur-unsur kebudayaan yang baru atau asing selalu mengalami kelambatan karena harus di sensor dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan pada ajaran agama yang berlaku.
3.      Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru.
4.      Suatu unsur kebudayaan baru dengan lebih mudah diterima oleh suatu masyarakat kalau sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5.      Sebuah unsur baru yang mempunyai skala kegiatan yang terbatas dan dapat dengan mudah dibuktikan kebenarannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan, dibandingkan dengan sesuatu unsur kebudayaan yang mempunyai skala luas dan yang sukar secara konkrit dibuktikan kegunaannya.



2.9  kaitan manusia dan kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan. Dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana itu hubungan keduanya? Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya adalah bahwa walaupun keduanya berbeda tapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan. Dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan.

 Contoh :
1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.


2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life )
Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai ( sense of value)
3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
4. Kebudayaan khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.

5. Kebudayaan berdasarkan profesi
Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.






                                                                                                                          



Tidak ada komentar:

Posting Komentar